Home / SOSIAL KEMASYARAKATAN / World Rainbow Gathering 2017

World Rainbow Gathering 2017

World Rainbow Gathering adalah komunitas pecinta alam yang intinya mencari suasana kehidupan yang alami,mereka mencari tempat seperti itu bukan bertujuan yang aneh-aneh namun mereka ingin suasana natural. Mereka memilih desa ngelo tanggunggunung karena tempatnya luas,ada sumber mata air, dan jauh dari pemukiman penduduk.

Bermula dari ketertarikan Sarah seorang turis asal Italia, yang berkunjung ke Gunung Budeg pada tanggal 5 april 2017 lalu bersama temannya kojimaru dari Jepang dan Soffe dari Negara Perancis. Setelah mengadakan survey di gunung budeg mereka kurang tertarik  kemudian menuju sedayu gunung Kecamatan Besuki sampai kejurang senggoni masih kurang cocok. Akhirnya dipilihlah Pantai ngalur dusun ngelo desa Jengglungharjo Kecamatan Tanggunggunung,Tulungagung sebagai tempat kegiatan World Rainbow Gathering.

Cerita panjang mengiringi terpilihnya Tulungagung sebagai tempat berkumpul para  Back Packer dari 70 negara dengan peserta berjumlah 361 yang hadir. Daya tarik utama dari para turis itu adalah kondisi alami dari Dusun Ngelo, Desa JengglungHarjo Kecamatan Tanggunggunung yang masih alami. Jalan berbatu yang bagi sebagian masyarakat kita sangat dihindari ternyata bagi turis mancanegara adalah dayatarik utama.

World Rainbow Gathering pada intinya adalah kegiatan ngumpulnya para back packer untuk mencari suasana kehidupan yang alami serta suasana kebersamaan yang no drug, no alcohol , no sex. Dalam kegiatan ini, bukan saja boleh diikuti oleh para back packer dari manca Negara namun masyarakat lokal juga bisa bergabung asalkan mengikuti aturan main. Yakni dilarang membawa alat kominikasi seperti handphone dan juga kamera.

Kondisi ini tertunya ber beda dengan keinginan dari sebagian besar masyarakat kita, dimana setiap orang mengambarkan bahwa berwisata kecenderungannya adalah mencari tempat yang indah, nyaman , jalan mulus dengan sarana prasarana penunjang yang memadai. Sedangkan para peserta back packer ini mereka datang jauh-jauh dari Negara asalnya untuk mencari sesuatu yang alami yang diidentikan dengan kesulitan yang bakal dihadapi dilapangan atau di tempat tujuan seperti tidur di tempat seadanya bahkan untuk mandi mereka membangun MCK semi permanen ditempat yang dekat dengan sumber mata air.

Sebelum memutuskan Tulungagung sebagai tuan rumah kegiatan kumpul-kumpulnya para back pecker  atau penggiatan wisata berbiaya rendah,  sudah ada satu tim yang melakukan survey untuk memutuskan apakan Jogja, Lombok atau Sumbawa yang akan dijadikan tempat World Rainbow Gathering. Akhirnya daya tarik alami dari Pantai Ngalur yang terletak di Tanggunggununglah yang terpilih. Kegiatan dilaksanakan dari tanggal 26 April hingga satu bulan kedepan yakni 25 Mei 2017. Sebelum para wisatawan manca Negara ini menuju pantai Ngalur, mereka transit terlebih dahulu ke Gunung Budeg yang terletak di Kecamatan Boyolangu. Kegiatan World Rainbow Gathering sendiri diadakan pertama kali lahir pada tahun 1970 di Amerika Serikat.

Kepala Dinas Kominikasi Dan Informatika Drs. Tranggono Dibjoharsono dalam kunjungannya di World Rainbow Gathering pada hari Jumat 12 Mei 2017 menyampaikan rasa bangga dan kepeduliannya pada pada kegiatan bertaraf internasional , dimana kondisi alami wilayah menuju Pantai Ngalur yang masih perawan danberbatu menjadi pilihan ratusan back packer dari 70 negara .

Rasa bangga atas terpilihnya Tulungagung sebagai tuan rumah tujuan kegiatan World Rainbow Gathering disampaikan pada saat menyapa para peserta yang rata-rata berwajah ganteng dan cantik serta rata-rata masih berusia muda. Rasa hormat juga ditujukan pada kelompok sadar wisata daerah setempat yang sangat rela menjadi relawan, juga tidak ketinggalan disampaikan terima kasih pada warga sekitar yang sangat menbantu suksesnya World Rainbow Gathering tersebut. (Diskominfo)

About admin

Check Also

Jadwal Kegiatan Peringatan HUT Proklamasi Ke-72 RI Tahun 2017 Kabupaten Tulungagung

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *